Tuesday, December 21, 2010

Malam-malam seorang pejuang 2

Salam'alaik...

''Ya Allah, penguasa kehidupan, sebagaimana jasad ini.. ia lemah dan bertambah lemah..ia usang dan bertambah usang, demikianlah keimanan diriku...maka kupohon kan padaMu, kepada penguasa Semesta makhluk yang tiada duanya, sihatkanlah ia...sesungguhnya keimanan inilah satu-satunya modal perjuanganku. Inilah harta terbesar kehidupanku, inilah satu-satunya penebus kerinduan kepadaMu...

''Ya Allah..Sesungguhnya hati ini adalah cermin keimanan diriku..Engkau tetapkan kepadanya empat keadaan...

Menjadi Bercahaya Bagai Pelita

Menjadi Pudar dek terbungkus dan terikat

Menjadi Terbalik

Menjadi Terbentang

Ya Allah yang menguasai hatiku.....tetapkanlah hati yang bersih bercahaya untukku dan mudahkanlah tapak kehidupanku menjaganya...Aku berlindung kepadaMu dari hati yang pudar oleh kelalaian, dari hati yang terbalik oleh kemunafikan, dan dari hati yang terbentang dalam ruang iman dan kemunafikan, sehingga sesaat ia segar, namun sesaat ia busuk bernanah''..

Sang pejuang meratap, membayangkan dirinya dalam kehidupan.. Melihat dirinya berjalan membawa hati yang berubah-ubah...

''Ya Allah, apakah lagi yang membuatku mampu bertahan dalam kemuliaan dakwah ini, kecuali hati yang bersih dan ikhlas menerima segala ketetapanMu...
Ya Allah, jangan Engkau palingkan hati ini sesaat pun...dialah perisaiku dari tipu daya syaitan, dialah arah perjalananku dari lorong-lorong kehidupan yang menyesatkan,.''

Jiwa Sang Pejuang melayang...

Menatap jasadnya yang bergerak di atas waktu kehidupan,..Membawa panji Islam yang berkibar. Ia bergerak menyerukan kemuliaan Allah di antara kesombongan gedung-gedung tinggi..Ia hadir dalam kenikmatan palsu kemuliaan dunia, ia melihat dan bersaing mengejar kefanaan itu...Jiwa itu terhempas...menyatu dengan jasad lemahnya,..meratap... banjir pengharapan.. banjir permohonan..di antara banjirnya air mata penyesalan...

''Ya Allah Yang Maha Kaya..sahabt RasulMu adalah manusia-manusia pilihan, mereka jaaauh lebih utama dan mulia...Hari ini kami berebut dunia, Merasa dengannya keutamaan dan kemuliaan akan tergapai..padahal Hamzah ra telah terbunuh, pada hai ia jauh lebih mulia, namun tidak ditemukan sesuatu untuk kafannya selain burdah

Mus'ab bin Umair ra juga telah terbunuh, dan ia jauh lebih mulia dari kami semua... namun kafannya hanyalah burdah, yang kalau kepalanya ditutup, kakinya terlihat dan kalau kakinya ditutup, kepalanya pula terlihat..

''Ya Allah,, hari ini kepadaku dibentangkan dunia sedemikian rupa. Aku takut Ya Allah sebagaimana takutnya Abdur Rahman bin Auf ra, kalau-kalau kebaikan diriku disegerakan di dunia ini.....''

Lama..............................
Hening membentang.................
Menyulam malam..........................
yang terdengar hanya isak tangis.......................
panjang.............................
sedu sedan.......................
tak mampu mengoyak kepasrahan....................
tak mampu menghibur kegundahan.............................
Malam-malam seorang pejuang...

Saturday, December 18, 2010

Malam-malam seorang pejuang 1

Salam'alaik...

Malam telah sempurna, ketenangan menyeliputi alam. Perlahan Sang Pejuang bangkit dari istirehat singkatnya. Percik air dingin menyegarkan setiap sel tubuhnya. Ia tersenyum meresapi rasa tersebut,'' Ya Allah, sihatkanlah jasad yang lemah ini untuk selalu mampu menyempurnakan perjanjian kita...''

''Allahuakbar'', lantunan itu menghanyutkan.. terbentanglah hamparan kepasrahan, bangkitlah ketidakberdayaan, tumbangkanlah semua kesombongan dan keangkuhan, lalu terpancarlah harapan memenuhi ruang batin yang tertekan, mengalir melalui lisan yang bergetar di antara titisan bening bola mata yang kabur...

''Astaghfirullah...'' sang Pejuang terlena dalam lautan tak bertepi, mesra... hanya dirinya dan ALLAH.. Ia teresak-esak..tersedu-sedan.........

Suara malam diiringi lolongan anjing dan kokok ayam jantan..mengiringi lantunan berterusan permohonan Sang Pejuang. Menghiba diri di bawah keperkasaan Pemilik Kehidupan... Yang menguasai helaan nafas, yang tidak dapat dibohongi oleh lirikan ekor mata yang khianat..yang mengetahui goresan halus siratan hati....

''Astagfirullah..'' mengeluh lagi...''Ya Allah Yang Maha Perkasa, genaplah segala keterbatasan dan kelemahanku, ampunilah aku atas kelalaianku, sesungguhnya aku tahu..telah berputus asa syaitan-syaitan untuk dapat disembah, namun ia akan mendapatkan ketaatan dalam amal-amal yang terlalai..Ampunilah kelalaianku ya Rahman...

Monday, November 15, 2010

Ara..Allah MengasihiMu..

Salam'alaik...

Sakit perutnya dari tadi semakin menjadi-jadi..sebaik sahaja keluar dari tandas, jam di tangannya diamati..'Ya Allah! Kelas Ustaz Zarhan lepas ni!Aku dah lewat!' jeritnya dalam hati..dia yang terkenal dengan sifat kelam kabutnya, terus mengorak langkah tanpa menyedari beg sandangnya yang ditinggalkan di luar tandas itu tadi tertinggal..
Dia yang lebih senang dikenali sebagai Ara mengambil Jurusan Agama di salah sebuah universiti di Utara..Setiap kali kelas Ustaz Zarhan, adab-adab dalam menuntut ilmu itu amatlah dititik beratkan..
Dia menarik nafas panjang untuk menghirup udara dan oksigen yang cukup selepas penat berlari-lari anak ke kelas..dia tercungap-cungap..Suara Ustaz Zarhan sudah kedengaran tatkala dia sampai ke muka pintu.. semua mata tertumpu padanya saat dia masuk dan mencari-cari tempat duduk yang kosong....... ternyata hanya tempat di barisan belakang,paling kiri ustaz, yang kosong..tanpa menghiraukan pandangan orang lain, dia terus duduk dan memandang ke sebelah kiri untuk mengambil beg sandangnya..Alamak! Saat ini barulah dia sedar bahawa dia sudah tertinggal begnya di luar tandas..Oleh kerana beg sandangnya tertinggal, jadi dia terlupa untuk membawa bersama pen dan kertas ketika melangkahkan kaki ke dalam majlis ilmu itu ..

Hati Ara semakin gelisah..dia pandang kanan, pandang kiri.. suasana senyap sunyi...semua orang tekun mendengar dan mencatat apa yang diucapkan oleh Ustaz Zahran yang sedang memberikan kuliah tentang solat di hadapannya

Hatinya makin tidak keruan tatkala penceramah itu memandang tepat ke arahnya..dia tunduk..hatinya berdebar..dia berkata di dalam hati, ''Ya Allah, tolonglah aku Ya Allah..tak sengaja, sesungguhnya aku memang terlupa''..

Ustaz Zarhan tidak gemar anak didiknya datang lewat dan mendengar kuliah tanpa ada inisiatif untuk mencatat. Tiada kesungguhan dilihat..sebenarnya, Ara bukanlah seperti itu..jikalau sebelum ini, dia merupakan orang yang terawal sampai dan akan duduk dibarisan paling hadapan sekali..
'Ara...'Sila bangun!' Suara Ustaz Zarhan sedikit meninggi..Ara mengangkat mukanya..Dalam hatinya seperti ingin menangis..rasa takut dan bersalah pada Ustaz Zarhan bercampur baur..dia memandang tepat pada ustaz, menunggu patah-patah kata yang ingin dilontarkan padanya..Jelas..Ustaz Zarhan dapat membaca kegelisahan di dalam hati Ara..Ustaz bertanya padanya,''Apa yang kamu faham tentang maksud bacaan dalam solat..duduk antara dua sujud?Cuba kamu bacakan?''Bibir Ara nampak sedikit ketar..Dia memulakan bacaan ketika duduk antara dua sujud dalam solat itu..Walaupun dalam keadaan kecut diajukan soalan tersebut..Alhamdulillah dia dapat menjawab dengan tenang.. ''Robbirfirli,warhamni,wajburni,warfani,warzukni,wahdini,waafini wafuani''..Ustaz bertanya lagi,
''Apa yang dapat kamu faham akan makna dari setiap patah yang kamu bacakan itu tadi?''
Ara terdiam..dia menarik nafas dalam-dalam..darahnya seperti laju memasuki rongga-rongga badan..tangannya terasa sejuk..dia menggenggam tangannya untuk mendapatkan sedikit haba..kekuatan untuknya menjawab persoalan Ustaz Zarhan..Allah Maha Melihat..Allah Tahu akan hati-hati hambaNya..Ara menguatkan hatinya dan cuba menjawab soalan itu yang lahir dari hatinya..''Ustaz, bagi saya yang kerdil ini, saya setuju untuk kata besar maknanya kalau kita menghayati..
bila solat itu waktu ini ambil masa yang agak lama untuk membaca...
(robbirfirli)[wahai tuhan ku ampunilah aku],

ambil masa dengan hati yang tenang,jiwa yang mengharap,pemikiran yang kosong juga setubuh iti kita bisa serahkan,jangan lakukannya dengan laju,perlahan2 bisa ambil dahulu masa,biar aliran ucapan mu itu sebatikan dengan ikutan derasan perjalanan darah mu,nafasmu itu seiring dengan ucapan,bila diucap jadi bisa kita diam sebentar, biarlah kata2 itu mengalir di seluruh badan kita,igat kembali dosa2 kita yang lepas juga pada hari solat itu,pasti air mata akan jatuh, menitis bila pasti mengucapkannya kerna terkenang kembali dosa2 lama dan insan yang hina ini,biarkan ia lama kita seperti tunggu dengan harap agar tuhan ampunkan dosa kita,kerna di situ akan muncul ketengan juga kelegaan juga kesejukan hati kerna kita mengharap juga keyakinan seperti doa kita di balas oleh tuhan.jadi selepas itu lanjutkan pengaduan juga permaalahan dengan berbisik juga berdialog padanya dengan sebutan ,
(warhamni)[kasihanilah aku,juga rahmati aku]
jadi kita igin diri di beri rahmat dalam solat,dalam kehidupan dalam islam juga lakukannya dengan penuh sungguh2 alirkan ia kepada hati mu supaya hati kita dirahmati dengan sinar islam juga dengan anak isteri yang baik juga yang soleha juga soleha,

seterusnya (wajburni)[tampungkan kekurangan ku]

diam sebentar sambilan alirkan dengan harapan pada tuhan agar kekuranagan kita di tampungkan,seperti kurang kita dalam malas ingat padanya juga kekuranagn kita dalam apa sahaja yang kita rasa kurang penuhi kata ini dengan penuh penghayatan juga jiwai nya sehingga ia benar2 meresap dalam diri mu,

seterusnya(warfani)[angkatkan darjat ku]

jadi kita mohon agar darjat kita di sisi tuhan di angkat dan moga menjadi kita insan yang kamil pada pencipta juga darjat kita sesama manusia moga kita menjadi insan yang mulia dan seterusnya,
(warzuqni)[berikan lah ku rezeki],
jadi kita mohon dengan sungguh agar rezki kita yang tak cukup ini di cukupkan,rezki kita dipermudahkan,jika kita ada maalah dengan rezki utuk mendapat kerja juga tempat belajr dan segalannya jadi kita mohon ditujukan kita jalan keluar dan permudah untuk kita murah rezki dan bergantung pada keadaan masing2,
seterusnnya(wahdini)[berikan pertunjuk pada ku]
nah di sini selalu kita mohon jadi mohon lah semoga agar kita di beri pertunjuk jalan yang mustakim juga jalan para nabi juga orang soleh dan yang terdahulu,mohon moga beri pertunjuk pada hati kita agar kuat beribadah juga mudah menerima islam dan suasanya yang kita masalah kan,seterusnya
(waafini)[berilah ku kesihatan]
Alirkan dengan sepenuh keyakinan juga hati yang mengharap ke tempat yang sakit agar di sembuhkan.. tangan, kepala juga seluruh badan kita agar terus kita sihat juga moga agar kesakitan dalam juga luar itu kita mohon kesembuhannya juga moga kesihatan yang baik mudahkan untuk kita beribadat juga yang terakhir itu

(wafuani)[maaf kan ku]
kita hantar kata ini dengan jiwa dan raga agar tuhan maaf kan kesalahan kita pasti akan tersa damai dan penyenangkan. Jadi selepas melakukannya bila di beri salam nanti pasti di beri kita akan mendapat hasilnya walapun bukannya selepas itu pasti kemudian hari.yang pasti dengan pengaduan itu kita akan bisa rasa tenang juga damai dan masalah itu bias kita merasa akan hilang dan kelegaan juga perasaan ketakjuban yang tuhan ciptakan ini akan sahabat melakukannya pasti akan merasannya sendirinya.indah perasaan itu. Bisa sepatunnya solat itu menjadi medan kita bersama dengan tuhan,juga mendekatkan dengan tuhan..pasti akan bahagia jika kehadiran hati ini berlangsungan dengan ikutan seluruh roh juga jiwa ini di pasrahkan pada Allah bila solat.
Baru mengerti kenapa begitu lama nabi melakukannya kerana di dalamnnya ada bacaan doa yang mengajak kita berdialog juga berkomunikasi dengan Allah, seperti kita bila di landa masalah pasti teman terdekat menjadi pendengar pada masalh kita bila kita cerita padanya pasti di situ kita akan puas dan akan merasa lebih tenang dan lebih selesa dan relek apabila sahabat kita beri komen atas masalah kita dan beri pandangan dan pendapat untuk mencari jalan selesai akan masalah itu.bergitu juga kita.lihat saja makna dari nya itu..Indah juga saya merasakan jika solat ini kita hayati juga jiwai pasti menjadikan kita insan yang tinggi akhlak juga solat ini bisa membina peribadi agung antara kita dengan tuhan.bisa menghakis sifat bangga diri juga sombong dibakarkan segala sifat tercela ini bila dahi ini sujud ke bumi,jadi orang yang tak solat ini insan yang sombog pada pencipta.pasrah kita juga penuh keseronokan juga mabuk kita pada solat jika kita dapat hayati hingga melupakan alam sekeliling.jadi kini baru hamba megerti kenapa sahabat2 nabi walupun panah kena pada badan tidak sakit bila ditarik ketika solat,jadi solat yang sebeginilah yang kita mahu capai,

Ustaz, saya pohon juga niat saya juga harapan saya pada tuhan harap solat itu diterimannya juga di jauhkan dari perasaan menunjuk juga riak dengan terbitnya solat ini krna kesombongan itu hak mutlak tuhan.moga perkongsian ini,ibadah ini menjadi saksi utuk diri saya juga sebagai bekalan,terasa pintu kubur itu sentiasa dekat.tanah itu memanggil2 juga malaikat izrail itu selalu melawat saya itu menunggu menunggu sahaja arahan dari tuhan untuk ambil nyawa. Kematian sungguh mengerunkan,jadi saya harap sedikit bekal ini utuk peneman juga bantal di kubur nanti moga terangkan di sana nanti.''

Bergenang air mata Ara selepas mengucapkan kata-kata terakhir itu..kematian itu dirasakan sangat dekat..Ara terduduk..dia menangis..Air matanya membasahi pipi..Amatlah tersentuh hatinya setiap kali Ustaz menyampaikan kuliah tentang hakikat solat..dia menyesali akan hakikat solatnya yang seakan kusyuk itu sentiasa hilang dan tidak berpanjangan.. Suasana kelas pada hari itu sungguh sayu....sahabat-sahabat merapatinya dan memberikan kata-kata semangat kepada Ara..

Ustaz Zarhan membiarkan suasana itu berlalu sendiri..dalam hatinya, Ara adalah seorang muslimah yang punyai semangat dan roh tarbiyyah yang tinggi..dari jauh..dia mengukirkan senyuman..Dalam hati kecilnya lagi, dia berdoa..

'Ya Allah..Engkau kuniakanlah rahmat dan kasih sayang Engkau pada hamba-hamba yang mengasihiMu ini..kami hamba dan ummat akhir zaman..hanya bergantung harap kepada rahmat dan kasih sayang engkau dan nabi junjungan Nabi Muhammad S.A.W..



Today's Drug

renungan

Diriwayatkan bahawa seorang sahabat Rasulullah berkata :
Ya Rasulullah, hukum2 syariah (undang-undang Islam) ini banyak bagiku, tunjukkanlah kepadaku akan sesuatu yang mendapat menjadi pegangan padaku,''
Baginda menjawab, '' HENDAKLAH LIDAHMU SENTIASA BASAH DENGAN ZIKRULLAH''